Why Does Loud Noise Cause Stress?

Advertisement

noisy sound stressSome people gets angry or stress when listening to loud sounds or noise from music, machines or others. So why does a loud noise cause stress?

“Noisy or too hard background sound at work, home or school can disrupt one’s concentration, this condition will make the stress level increases,” said Mark AW Andrews, director and professor of psychology at the Lake Erie College of Osteopathic Medicine at Seton Hill University, Greensburg, according to Scientificamerican.

It is also agreed by the National Institute for Occupational Safety and Health which revealed noise can increase stress levels and affect one’s health such as high blood pressure, coronary disease, peptic ulcer (ulcer) and headaches or migraines. It also can aggravate a person’s health condition that already exists.

Several studies have shown that the stress of a noisy sound can trigger the release of cortisol (stress hormone). The advantages of these hormones can damage the function in the prefrontal cortex which is central of emotional learning. This area also serves to regulate the functions of planning, reasoning and impulse control or stimulation.

The latest evidence even shows that the prefrontal cortex also store short-term memory. Because of disturbances in this area due to noise, it can hamper a person’s ability to think clearly and store information.

If the stress due to the noise occur continuously, it can cause a higher decline in brain function, especially to the process of learning and memory.

Besides causing people to get angry, noise can also trigger problems in the auditory system such as deafness. This is because loud sounds or noise can be deafening and damage hearing. The earlier a person listens to loud musicĀ  or voices, the faster the possibility they became deaf.

Berpa Orang atau ADA Yang Marah-Marah Ingin stresnya meningkat jika mendengarkan suara Keras atau berisik Yang Baik Dari musik, Apapun mesin atau suara. Kenapa suara Keras bikin stres?

“Latar belakang suara bising Yang Terlalu Keras KESAWAN atau pekerjaan, atau Sekolah Bisa mengganggu konsentrasi rumah seseorang, kondisi Suami akan Membuat Kadar stres meningkat,” ujar Mark AW Andrews, direktur dan profesor psikologi Dari Danau Erie College of Medicine di Osteopathic Seton Hill University, Greensburg, Pembongkaran dikutip Dari Scientificamerican, Kamis (13/1/2011).

Suami hal Juga diamini Dibuat Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Yang Bisa mengungkapkan kebisingan meningkatkan tingkat stres dan mempengaruhi Kesehatan seseorang Pembongkaran tekanan Darah Tinggi, Koroner penyakit, tukak lambung (maag) dan sakit kepala atau Migrain. Selain ITU Juga Bisa memperburuk kondisi seseorang Kesehatan Yang Sudah ADA.

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa stres akibat suara bising Yang Bisa memicu pelepasan kortisol (hormon stres). Kelebihan hormon Suami Bisa merusak fungsi di Name of korteks prefrontal pembelanjaran Pusat yaitu emosional. Suami Daerah Juga berfungsi mengatur fungsi perencanaan, penalaran dan pengendalian impuls atau rangsangan.

Bukti Beberapa bahkan menuturkan bahwa korteks prefrontal Juga terbaru menyimpan Memori Jangka Pendek. Karenanya gangguan PADA Daerah Suami akibat suara bising Bisa menghambat kemampuan seseorang berpikir dan Informasi Jernih menyimpan.

Jika stres akibat suara berisik Yang didengarnya terjadi Terus menerus Bisa menyebabkan penurunan fungsi Otak Yang lebih Tinggi Lagi, terutama terhadap proses pembelajaran dan Juga Memori.

Selain menyebabkan Orang Marah-Marah, suara berisik Juga Bisa memicu Masalah PADA Tuli Pembongkaran sistem pendengaran. Suami hal KARENA Keras Yang Bisa suara atau berisik memekakkan telinga dan merusak pendengaran. Semakin Dini mendengarkan musik seseorang atau suara-suara Keras, semakin Cepat kemungkinan besarbesaran menjadi Tuli.

Advertisement